Like

Join This Site !~

Oke :-)

Tampilkan postingan dengan label Environment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Environment. Tampilkan semua postingan

Tingginya Curanmor, PD Parkir Makassar Berikan Asuransi

Jumat, 13 April 2012

LENSAINDONESIA.COM: Semakin tinggi jumlah kendaraan yang hilang saat sedang parkir dibeberapa titik area parkir di Kota Makassar agaknya membuat PD Parkir Makassar Raya bakal mengeluarkan kebijakan. Yakni, memberikan asuransi kepada kendaraan yang diparkir di titik parkir yang dikelola PD Parki Makassar.

Asuransi yang diberikan untuk menjamin ganti rugi atas kehilangan kendaraan saat sedang di parkir. Kebijakan asuransi ini sedang dikaji untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Laporan kehilangan atau pencurian kendaraan yang sedang diparkir yang diterima Polrestabes Makassar tidak sedikit. Kendaran yang hilan, baik roda dua atau roda empat banyak terjadi dikawasan pusat perbelanjaan.

Tahun 2011 yang lalu tercatat, sedikitnya lima kendaraan roda empat yang hilang di sekitar Mall Panakukang, Makassar. Kendaraan itu diparkir disisi badan jalan atau diemperan toko. Kendati ada juru parkir, namun kehilangan tetap saja terjadi. Selain kendaraan yang hilang, pembobolan kendaraan juga biasa terjadi.
Daerah kampus juga merupakan daerah rawan kehilangan kendaraan. Bahkan, tidak sedikit kendaraan roda dua yang hilang saat sedang diparkir di area parkir kampus.

“Paling banyak juga kehilangan kendaraan saat diparkir di kampus, namun lahan parkir kampus bukan kami yang kelola. Makanya sekarang kami mengkaji rencana mengasuransikan kendaraan yang diparkir di titik parkir yang kami kelola,” ujar Dirut PD Parkir Aryanto Dammar, Kamis (12/4/2012). @taufan


Editor: Rudi
Rubrik : headline protonomi , proOTONOMI , SULAWESI , Terkini



SUMBER
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Meski Tidak Terjadi Tsunami, Gempa Aceh Renggut 5 Korban Jiwa



LENSAINDONESIA.COM:
Jurubicarta Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, meski tidak menyebabkan tsunami, gempa yang mengguncang wilayah Aceh dan Pulau Sumatera tekah menyebabkan 5 orang meninggal dunia.

BNPB mencatat, seluruh korban tewas berasal dari wilayah provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD).

Warga yang meninggal adalah Yatim Kulam (70 ), warga Banda Aceh. Yatim meninggal akibat shock dan terkena serangan jantung, Korban selanjutnya berasal dari Aceh Besar yakni Fauziah berumur (60) dan M.Yusuf (70). Kedua warga Aceh Besar itu juga meninggal akibat shock dan serangan jantung.

Sementara itu dari Aceh Barat Daya juga dilaporkan 1 orang meninggal bernama Hatijah Hamid. Korban diketahui berusia 70 tahun.

“Ada juga korban tewas berasal dari Kota Lhoksemauwe. Namanya masih belum diketahui, tapi umurnya 39 tahun. Ia meninggal juga karena sakit jantung,”ujar sambung Sutopo dalam keterangan yang diterima LICOM, Kamis (12/4/2012).

Sesuai data yang diterima BNPB, delapan orang mengalami luka-luka dalam peristiwa gempa berskekuatan 8,5 SR itu. Rincianya, 2 orang mengalami luka berat dan 6 lainya luka ringan.*ari
Berikut Data Korban Luka -Luka :
1. Dari Kabupaten. Aceh Singkil: 1 orang anak luka berat (kritis) dirawat di rumah sakit karena tertimpa pohon.
2. Dari Kabupaten Aceh Selatan: 1 orang luka berat karena patah tulang kaki a.n Kalsum (65)
3. Dari Kab. Simeulue: 4 orang luka ringan
4. Dari Kab. Aceh Singkil: 2 orang luka ringan(anak-anak)

Editor: Mohammad Ridwan
Rubrik : headline protonomi , HEADLINE UTAMA , proOTONOMI , SUMATERA , Terkini 


Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Peringatan Tsunami Diberikan untuk 27 Negara

Rabu, 11 April 2012


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Gempa bumi yang terjadi di Sumatra, Indonesia  Rabu (11/4) telah dikeluarkan peringatan Tsunami. Peringatan Tsunami ini diberikan kepada 27 negara dunia di kawasan samudra Hindia.

Dalam situs Pasific Tsunami Warning Center gempa Sumatra yang berkekuatan 8,5 skala richter juga dirasakan hingga 27 negara lain selain Indonesia.

Diantara 27 negara yang ikut mendapat peringatan gempa tersebut diantaranya Indonesia, India, Sri Lanka, Australia, Myanmar, Thailand, Maldives, United Kingdom, Malaysia, Mauritius, Reunion, Seychelles, Pakistan, Somalia, Oman, Madagascar, Iran, Uae, Yemen, Comores, Bangladesh, Tanzania, Mozambique, Kenya, Crozet Islands, Kerguelen Islands, South Africa dan Singapore.

Pada Rabu (11/4) pukul 15:38 WIB, dengan koordinat 2,0 derajat lintang utara dan 92,5 derajat bujur timur, di pesisir pantai utara Sumatra.
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Amri Amrullah
Sumber: ptwc.weather.gov
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Hadapi Dampak Gempa Seimuelue-ASEAN Siaga

Menko Kesra Agung Laksono menyatakan, seluruh negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) kini sedang dalam kondisi siaga mengantisipasi dampak gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter di Aceh yang berpotensi tsunami.

"Seluruh negara di ASEAN siaga begitu dapat informasi bahwa di Indonesia terjadi gempa," katanya di Jakarta, Rabu (11/4). Dia menambahkan, negara yang paling meningkatkan kewaspadaan adalah negara yang paling dekat dengan Indonesia, khususnya Aceh, yaitu Singapura, Thailand dan Malaysia.

Agung mengatakan, negara-negara ASEAN mengetahui informasi adanya gempa bumi di Aceh dari AHA Center. AHA Center adalah pusat koordinasi negara-negara ASEAN untuk bantuan kemanusiaan bagi penanganan bencana.

"Negara-negara itu kini mengimbau masyarakat agar berjaga-jaga dan menjauhi pantai," katanya.

Sementara itu, gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter pada Rabu pukul 15.38.29 WIB pada kedalaman 10 kilometer atau 364 kilometer barat daya Kabupaten Simeulue. Gempa bumi susulan dengan kekuatan 8,5 SR kembali menggoyang Aceh pada pukul 15.38.33 WIB.

Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Doa untuk Gempa Sumatera Membanjir di Twitter

Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter atau 8,7 magnitudo baru saja terjadi di Aceh dan sebagian wilayah di Sumatera, Rabu 11 April 2012 pukul 15.38. Kabar ini langsung menjadi perbincangan teratas di jejaring sosial Twitter wilayah Indonesia. 

Tidak hanya informasi seputar perkembangan terbaru pasca gempa, doa untuk warga yang berada di wilayah gempa pun mengalir dari pengguna Twitter,  Indonesia maupun dunia. 

Seperti dipantau ROL, pukul 6,29 sore ini, beberapa pengguna menyampaikan doa di #PrayForSumatera, yang hingga kini masih menjadi topik yang paling banyak dibicarakan (trending topic) di Indonesia.

"In the name of Allah, my prayer intended for those people of Sumatra, may Allah bless you all. #PrayForSumatera," tulis salah seorang pengguna dengan nama akun @RumiMawlana.

Sementara pengguna dengan nama akun @TerimakasihIBU menuliskan: " Tuhan, lindungilah saudara-saudara kami dari segala bahaya dan petaka. #prayforsumatera."

BMKG mengumukan gempa bumi telah menggoyang Aceh dengan kekuatan 8,9 Scala Richter. Gempa dengan potensi Tsunami ini mengancam di Aceh, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Hingga laporan ini diturunkan, BMKG masih belum menurunkan peringatan potensi Tsunami.


Redaktur: Yudha Manggala P Putra



Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Warga Medan Juga Berlarian Karena Gempa

Warga Kota Medan, Sumatera Utara, berhamburan keluar rumah dan kantor setelah merasakan gempa hebat, Rabu (11/4/12) sore ini. Menurut BMKG pusat gempa berada di Kabupaten Simeulue dengan kekuatan gempa 8,5 SR dan berpotensi tsunami.

"Gempa, gempa, gempa, semuanya bergoyang, kopi kami pun begitu kuat goncangnya," ucap seorang warga Medan, Rabu (10/4/12).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa mengguncang Aceh pada pukul 15.38 WIB. Pusat gempa di perairan sebelah barat Aceh, dekat Gunung Semeleu.

BMKG semula mencatat gempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) kemudian merevisi menjadi 8,5 SR. Sementara itu United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa tersebut dengan magnitud 8,7.

Gempa 8,5 SR yang melanda laut bagian barat Sumatera atau persisnya didekat Simelue, Aceh terasa oleh sebagian masyarakat yang tinggal di daerah Sumatera.

Mulya, warga Panam, Pekanbaru, mengaku merasakan kekuatan gempa tersebut. Ia yang saat itu berada didalam rumah langsung berlarian keluar. "Iya gempanya terasa sampai ke Pekanbaru, cukup kuat juga terasanya, kami saja sampai kaget dan takut," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Rinaldi warga Agam, Sumatera Barat.  Ia juga merasakan getaran gempa yang cukup tinggi.

"Gempanya cukup kuat, tapi tidak bergetar seperti gempa di Padang  beberapa tahun yang lalu. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan tidak bertambah lagi gempanya," ujarnya. (Laporan wartawan Tribun Medan/ Raden Armand Firdaus)

Gempa pun dirasakan masyarakat Kerinci, Jambi. Seorang warga bernama Danafril mengatakan, goyangan gempa cukup kuat terasa didaerahnya.

"Kami kira pusatnya didekat gunung Kerinci, tapi setelah melihat televisi ternyata gempanya berpusat di Aceh," lanjutnya.


Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Gempa Aceh: Gempa 8,9 SR Landa Aceh

Gempa yang mengguncang Aceh, Rabu (11/4/2012) berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) dan berpotensi tsunami. Demikian dilaporkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Data BMKG, gempa mengguncang pukul 15.38 WIB. Pusat gempa di perairan sebelah barat Aceh.

Sebelumnya BMKG mencatat gempa 8,9 SR kemudian merevisi menjadi 8,5 SR. Sementara Unitd States Geological Survey (USGS) mencatat gempa tersebut dengan magnitud 8,7.




Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Ketahuan Asyik Nge-game, Pelajar Berhamburan

Senin, 09 April 2012

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Razia kembali dilakukan jajaran Satpol PP Kota Banjarmasin. Kali ini, warnet jadi sasaran razia pelajar yang membolos pada jam sekolah.

Beberapa warnet yang dirazia, seperti warnet Anis di Kompleks Mulawarman dan warnet Logix di Jalan S Parman. Di kedua warnet tersebut ditemukan para pelajar yang asyik main game online.

Para pelajar yang melihat aparat Pol PP langsung berhamburan keluar dari warnet. Dengan berbagai alasan para pelajar ini mengaku tak membolos. "UAS pak jadi pulangnya cepat," ujar salah satu pelajar.

Sementara itu setiap penjaga warnet yang didatangi selalu diberikan imbauan oleh para petugas agar tidak mengizinkan para pelajar yang berseragam untuk masuk.

Sayangnya, tak semua penjaga warnet mau bekerjasama dengan petugas Satpol PP. Salah satu penjaga warnet di Kayutangi bahkan menyambut dengan ketus imbauan tersebut.

"Bilang saja sama pemiliknya pak, tuh pemilik warung di sana," ketus pria yang berambut gondrong itu.

Razia warnet kali ini, dipimpin langsung oleh Kasi Penindakan, Iwan Wahyudi. Dia mengatakan razia yang dilakukan berdasarkan keluhan warga yang melihat banyak warnet dijadikan tempat pelarian para pelajar yang membolos.

Razia kali ini, ujarnya, hanya berupa peringatan. Baru ke depan akan ada penindakan tegas. "Peringatan dulu, agar para pelajar berseragam tidak diizinkan masuk ke warnet. Terutama pada jam sekolah.  Nanti baru penindakan," ujar Iwan, Senin (9/4).


Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Realisasi Jembatan Tanjung Ayun Tak Jelas

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Realisasi pembangunan Jembatan Tanjung Ayun-Tarjun sepanjang 3,5 kilometer hingga kini belum ada kejelasan. Padahal jembatan yang membentang di atas laut, itu telah direncanakan Pemkab Kotabaru sejak 2010.

Berlarut-larutnya pelaksanaan megaproyek yang diperkirakan menelan dana triliunan rupiah itu karena belum adanya kepastian izin penelitian di lokasi. Izin itu seharusnya dikeluarkan Kementerian Kehutanan.

Seperti diketahui, kendala terhambatnya penelitian untuk mengetahui struktur tanah, karena terkendala cagar alam Tanjung Ayun.

Pemkab Kotabaru sendiri sebenarnya telah melepaskan kawasan itu melalui perubahan tata ruang kabupaten.

Namun belum adanya kejelasan proses untuk mendapat izin penelitian, membuat bingung pemerintah daerah.
Pasalnya, proses mendapatkan izin penelitian di kawasan cagar alam Tanjung Ayun, tak semudah proses pelepasan kawasan hutan lindung seperti di Des Megasari, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Di sana rencana pembangunan bendungan Gunung Bahalang, kini sudah dalam tahap persiapan pengerjaan.

Hal itu dikemukakan Kasubag Peliputan dan Pemberitaan Sekretariat Daerah (Setda) Kotabaru, Pebriyanta Sitepu, Senin (9/4/2012).

Padahal menurut Pebri, kedua infrastruktur itu sama-sama untuk kepentingan masyarakat umum. Selain pembangunan jembatan oleh pihak ketiga yang akan dihibahkan ke Pemkab Kotabaru, upaya itu untuk mengurangi tingkat kecelakan di perairan yang menelan korban jiwa yang hampir setiap tahun.

"Ya pemerintah daerah bingung apa sebenarnya keinginan pemerintah pusat," ujarnya.

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Kota Banjarmasin Tempo Dulu (2)

Sabtu, 07 April 2012

Mun sumalam ulun menampaikan foto-foto jembata Banjarmasin Tempo Dulu (1), nah mun ini foto jadul Bangunan wan Jalanan di Banjarmasin. Itihi bujur-bujur masih pinandu lah pian.

Kantor Gubernur
Balai Wartawan sekarang jadi Hotel Batung Batulis

Gedung kantor korem dimuka masjid raya namanya asrama TATAS dan berdampingan dengan lapangan merdeka yg sekarang jadi lapangan masjid raya Sabilal Muhtadin
Asrama Tatas masjid raya sekarang
Kantor De Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia) di Banjarmasin 1900-1924
Tempekong jalan veteran
Bioskop Dewi yg sekarang jadi toko roberta
RS Ulin-1960an
Jalan Lambung Mangkurat tempo dulu
Kantor Pos (Posindo)
Kantor Walikota Banjarmasin
Jalan Jend. Sudirman
UNLAM dahulu sekarang jadi kawasan Bank Mandiri
Bioskop Mawar
Depan Penginapan Islam Banjarmasin 1954
Orang-orang berlindung dari hujan di bioskop Orion di pinggir Sungai Martapura Banjarmasin 1954
 

Sudah dulu gin, uyuh jua me upload gambar mun internet pakai modem lelet banar, sudah dulu dingsanak lah mudahan bermanfaat ja...wassalam.  

Source
Continue Reading | komentar (1)
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Banjarmasin Tempo Dulu (1)

Banjarmasin Tempo Dulu (1)

   Banjarmasin dikenal dengan kota Seribu Sungai, karena banyaknya sungai yang membelah kota Banjarmasin sehingga banyak pula dibangun jembatan, berikut adalah foto-foto jembatan tempo dulu yang menghubungkan kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Jembatan Sudimampir

Jembatan Sudimampir dilihat dari arah Pasar Baru
Jembatan Sudimampir samping kirinya pasar Ujung Murung
Masih Jembatan Sudimampir
Jembatan Sudimampir antara tahun 1910-1940

Pasar Terapung dibawah jembatan Sudimampir
Pasar Beras samping Jembatan Dewi
Jembatan Pasar Lama
Jembatan Con 2
Jembatan Kuin
Jembatan Ringkap thn. 1914
Jembatan tarik di pintu masuk kanal yang menghubungkan sungai Martapura dengan sungai Barito di Kuin Banjarmasin (sebelum 1944)
     
   Sebagian foto-foto di atas ulun kada tahu jadi apa ngarannya wahini, nangkaya Jembatan Con atau Jembatan Ringkap andaknya dimana lah? mun pian tahu padahi ulun, isi ja komentar dibawah.

    Sebelunnya ulun ucapkan terima kasih dingsanak lah.


Sumber
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Pendaftaran Calon Pelanggan PDAM dari “MBR” diperpanjang

Masyarakat dari kalangan “MBR” (berpenghasilan rendah) yang berada dipinggiran kota dan yang bermukim dibantaran sungai seperti di daerah Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan serta wilayah kecamatan lainnya menyambut “gembira” adanya program Sambungan Baru (SR) dari PDAM Bandarmasih. 

Masa pendaftaran yang diumumkan baik lewat media cetak maupun media elektronik dan selebaran langsung yang diserahkan petugas ke lokasi  tertentu  sangat membantu informasi ini sehingga kantor PDAM Bandarmasih “dipenuhi”  masyarakat guna mendaftarkan diri sebagai calon pelanggan
Dari 5 hari tenggang waktu yang diberikan untuk  pendaftaran tersebut sampai batas akhir pendaftaran hingga pukul 14.00 Wita Kantor PDAM Bandarmasih masih dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menjadi pelanggan PDAM dengan fasilitas program “MBR”.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih  (Bp.Ir.H.Muslih) terus memantau dan menyaksikan masyarakat masih berjejal, dan parkir dipenuhi oleh masyarakat.  Atas dasar tersebut dan masih banyaknya keinginan masyarakat yang betul-betul “berpenghasilan rendah” yang berkeinginan menjadai pelanggan PDAM maka oleh Direktur Utama mengambil kebijakan untuk memperpanjang masa pendafataran dari tgl.27 Maret 2012 sampai dengan tanggal 31 April 2012 diperpanjang hingga tanggal 7 April 2012.  

Disampaikan pula bahwa proses tersebut baru tahap pendaftaran yang selanjutnya “disurvey” oleh Tim untuk proses seleksi (kelayakan) kemudian calon pelanggan akan diberitahukan untuk melakukan proses administrasi lebih lanjut.




Pendaftaran tidak dipungut biaya, dengan datang sendiri membawa fotocopy KTP domisili di Kota Banjarmasin, rumah yang akan dipasang adalah milik sendiri (bukan sewaan, rumah bidak atau sejenisnya) dan bukan jalur hijau. Untuk mempermudah survey oleh konsultan yang ditunjuk  calon pelanggan diminta untuk membawa fotocopy rekening air (PDAM) milik tetangga terdekat dan rekening listrik rumah yang akan dipasang.

Dengan terealisasinya program ini, tahun 2012 PDAM Bandarmasih meyakini cakupan pelayanan kepada masyarakat kota Banjarmasin akan mencapai 100 %.  (Humas – SN)

Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Kotabaru Siap Kembangkan Gula Nipah

Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru akan mengembangkan industri pengolahan gula merah berbahan air nipah, untuk mendukung gula merah dari air nira atau aren yang sudah ada di masyarakat.

“Walaupun ini sudah agar terlambat, tapi saya tetap akan jemput bola mengembangkan industri gula nipah, karena wilayah Kotabaru memiliki areal padang nipah yang sangat luas,” kata Bupati H.Irhami Ridjani dihadapan anggota Kadin yang menggelar Muskab V di Ballroom Hotel Kartika, Rabu (7/3).

Padang nipah yang dimiliki Kotabaru, menurut Bupati, terdapat di sepanjang pesisir mulai Kelumpang Hilir, Kelumpang Selatan, kelumpang Tengah, hingga Pudi, bahkan hingga wilayah Pamukan Utara dan sekitarnya.

Bupati mengatakan, 1 nipah bisa menghasilkan 1 liter air nipah. Bahkan kalau didaerah lain yang sudah melakukan produksi gula nipah, seperti di Ujung Pandang, satu nipah bisa menghasilkan air 3-4 liter yang siap dibuat gula merah.

“Lebih-lebih apabila kita bisa mengembangkan padang nipah sebagai plasma, 1 hektar saj bisa mensejahterakan keluarga. Plasma nipah ini bisa dimotori oleh Kadin,” katanya.

H.Irhami pun berharap, mudahan ada pengusaha yang mau menanamkan investasinya untuk pengolahan gula nipah ini. 

Meskipun nanti apabila pengolahan gula nipah ini berkembang, namun pengolahan gula aren yang selama ini sudah di geluti masyarakat, akan tetap di kembangkan.

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Kawasan Bebas Rokok

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memprogramkan, seluruh sekolah, Puskesmas dan rumah sakit di wilayah tersebut bebas dari asap rokok.

 "Program tersebut dilaksanakan seiring dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) No.04 tahun 2012 tentang larangan merokok di tempat umum," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Rosihan Adhani, di Banjarmasin Kamis.

Dia menjelaskan, menurut penelitian sekitar 78 persen perokok di Kalsel merokok di tempat umum. Rosihan memintak kepada 142 wisudawan-wisudawati dari Diploma IV dan Diploma III untuk mensukseskan program Pemprov Kalsel bahwa pada 2015 Kalsel bebas dari asap rokok.

"Kami berharap, para wisudawan dan wisudawati bisa mensukseskan program tersebut dengan dimulai bebas asap rokok di lingkungan rumah tangga dan lingkungan tempat tinggal," pintanya.

Rosihan berharap khususnya kepada petugas kesehatan agar dapat menjadi contoh untuk tidak merokok di tenpat kerja mereka. Hasil riset kesehatan dasar 2011 menunjukkan sekitar 18 ribu anak di Kalsel usia antara lima sampai sembilan tahun adalah perokok.



 Jumlah perokok muda di Kalsel tersebut setiap tahunnya terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Prevalensi perokok di Kalsel, kata Kepala Dinas Kesehatan, mencapai 30,5 persen dari 3,6 juta penduduk daerah ini.

Prevalensi tersebut hampir sama dengan angka nasional 34,7 persen. Dari 30,5 persen tersebut, kata dia, perokok terbesar pada kelompok umur 15-19 tahun, yaitu 41,3 persen, 10-14 tahun sebanyak 17,5 persen dan usia 5-9 tahun sebanyak 1,7 persen.

Sedangkan prevalensi perokok di rumah, mencapai 84,7 persen atau jauh diatas nasional sebesar 76,6 persen. "Dilihat dari persentase jumlah perokok di rumah tersebut, bisa diartikan 2-3 perokok merupakan perokok di rumah," katanya./C/C/

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Sejarah Kabupaten Kotabaru

55Masa Kerajaan
Menurut riwayatnya, Kabupaten Kotabaru terdapat beberapa kerajaan-kerajaan kecil diantaranya kerajaan Kusan dan Pagatan, Cengal Manunggul dan Bangkalan, Batulicin, Sebamban, Pasir, Cantung dan Sempanahan dan kerajaan besar seperti Kusan dan Pagatan, serta Pulau Laut.   Diperkirakan, kerajaan-kerajaan tersebut didirikan di sekitar tahun 1786.
Kerajaan Kusan dan Pagatan didirikan sekitar tahun 1786 oleh Pangeran Amir seorang pangeran yang melarikan diri dari kerajaan Kayu Tangi akibat adanya perebutan kekuasaan dalam kerajaan tersebut.   Pangeran Amir bergelar Raja Kusan I. S  etelah beliau wafat diganti oleh Pangeran Musa adik dari Sultan Adam Kayu Tangi yang kemudian bergelar Raja Kusan II. Sekitar Tahun 1820 Kapitan La hanggawa diakui oleh Sultan Sulaiman (keponakan Pangeran Amir) dari Kayu Tangi sebagai raja Pagatan.  Baik Raja Kusan II maupun Raja Pagatan, keduanya takluk dibawah Sultan Kayu Tangi dan diharuskan membayar upeti.  Setelah Raja Kusan II mangkat, ia digantikan anaknya Pangeran Napis dan bergelar Raja Kusan III.
Pada tahun 1840, Pangeran Napis meninggal dan digantikan dengan puteranya Pangeran Jaya Sumitra yang bergelar Raja Kusan IV dan kemudian beliau memindahkan pusat kerajaan ke Salino di Pulau Laut yang terletak berseberangan dengan muara Pagatan, dan menyerahkan kerajaan Kusan kepada Arung Abdul Karim yang kemudian menjadi raja Kusan dan Pagatan.  Tahun 1881 Pangeran Jaya Sumitra meninggal dunia dan diganti oleh putra sulungnya yang bernama Pangeran Husin Kusuma yang bergelar Raja Pulau Laut IV. Setelah pangeran Husin Kusuma meninggal saat menunaikan ibadah haji pada tahun 1900, kedudukan beliau digantikan oleh putranya Pangeran Aminullah dengan gelar Raja Pulau Laut V yang merupakan raja Pulau Laut terakhir.

Masa Penjajahan Belanda & Jepang
Pada tahun 1905, pemerintah Belanda menghapuskan kerajaan-kerajaan di Pulau Laut dan Tanah Bumbu seperti Cengal Manunggul dan Bangkalaan, Cantung dan Sampanahan, Batulicin, Pulau Laut, dan Sebamban.   Maksud dan tujuan penghapusan kerjaan-kerajaan tersebut tidak lain agar pemerintah Belanda dapat langsung menguasai dan mengawasi rakyat tanpa perantara dari raja-raja dari kerajaan tersebut yang kemungkinan besar akan menimbulkan kesulitan terhadap pemerintahan mereka.   Maka dengan demikian berakhirlah kekuasaan raja-raja dengan seluruh pemerintahannya.   Pemerintahan beralih langsung dilaksanakan dan dipegang oleh pemerintah kolonial Belanda dan hal ini berjalan hingga tahun 1942 sewaktu tentara Jepang menduduki Kotabaru dan daerah sekelilingnya.   Jepang mengalami kekalahan pada Perang Dunia II pada tahun 1945 setelah dibom-nya kota Hiroshima dan Nagasaki, menandai dimulainya pergerakan kemerdekaan di wilayah Kalimantan Tenggara.
 
 Zeefhuis bij het spooremplacement op Poelaoe Laoet 1920
Masa Pergerakan Kemerdekaan
Pada tanggal 25 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda melakukan perjanjian Linggarjati yang salah satu isinya menyebutkan bahwa "Pemerintah Belanda dan Pemerintah RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya sebuah negara berdaulat dan demokratis yang dinamai Negara Indonesia Serikat, terdiri dari Republik Indonesia, Borneo dan Timor Besar". Kemudian karena isi perjanjian tersebut dilanggar oleh pihak Belanda dengan mengadakan Perang Kolonial I (21 Juli 1947).
Setelah itu atas jasa-jasa baik Komisi Tiga Negara diadakan perundingan kembali yang dinamakan persetujuan Renville (27 Januari 1948) dimana salah satu isi pasalnya menyatakan dalam waktu kurang dari enam bulan dan tidak lebih dari satu tahun sesudah ditanda tangani, maka di berbagai daerah di Jawa, Sumatera dan Madura akan diadakan pemungutan suara untuk menentukan apakah rakyat di daerah tersebut akan turut di dalam Republik Indonesia atau masuk dalam lingkungan Negara Indonesia Serikat.
Atas dasar kedua persetujuan tersebut penguasa Belanda/NICA membentuk Pemerintahan dengan nama Dewan Kalimantan Tenggara dan lanschap-lanschap, kemudian Pemerintah Belanda mengadakan plebisit di seluruh penduduk untuk menentukan pilihan apakah masuk ke Republik Indonesia, Borneo atau Timur Besar yang diadakan di sekolah Rakyat Baharu (Sekarang SDN Akhmad Yani / SDN Batuah).  Hasil dari plebisit tersebut, penduduk tetap menghendaki Kalimantan Tenggara sebagai daerah Republik Indonesia.
Setelah mengetahui keinginan rakyat Kalimantan Tenggara, penguasa Belanda waktu itu tidak mau melaksanakan apa yang dikihendaki rakyat tersebut, sehingga mendapat perlawanan dari pemuda yang ingin bergabung dengan Pemerintah Republik Indonesia dan pada bulan Oktober 1949 bendera merah putih dikibarkan di Pasar Pagatan, kemudian membentuk suatu Badan yang bernama Komite Nasional Indonesia Kotabaru dan Komite Nasional Indonesia Pagatan.  Disamping mengadakan demonstrasi-demontrasi, tuntutan-tuntutan berupa mosi, resolusi dan sebagainya, pada bulan Pebruari 1950 berangkatlah sebuah delegasi atas nama Rakyat Daerah Kalimantan Tenggara menuju Yogyakarta dan Jakarta untuk menghubungi dan menyampaikan resolusi kepada Pemerintah Republik Indonesia Serikat. Setelah delegasi tersebut kembali ke Kotabaru dan Pagatan, keadaan pergolakan yang menuntut dibubarkannya Dewan Kalimantan Tenggara dan masuknya Kalimantan Tenggara kedalam Republik Indonesia di Jogyakarta makin memuncak. Untuk mencegah agar Dewan Kalimantan Tenggara ketika itu jangan dibubarkan secara paksa oleh rakyat, maka dewan kembali mengambil kebijaksanaan untuk mengirim utusan ke Yogyakarta dan ke Jakarta untuk menemui Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia Serikat. Adapun delegasi tersebut diwakili oleh M. Jamjam (Dewan Kalimantan Tenggara), A. Imberan (Dewan Lanschap Cantung Sampanahan), K.H. M. Arief (Dewan Lanschap Pulau Laut), K. Asyikin Noor (Dewan Lanschap Pagatan).
Pada tanggal 4 April 1950 Dewan Kalimantan Tenggara dibubarkan dan dimasukkan ke dalam wilayah Republik Indonesia (Yogyakarta) lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat Nomor 137 dan nomor 138, kemudian pada tanggal 29 Juni 1950 dikeluarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang pembentukan wilayah-wilayah Pemerintah yaitu Kabupaten-Kabupaten, Daerah-Daerah Swapraja dalam propinsi Kalimantan.   Maka daerah Kalimantan Tenggara dulu diubah menjadi Kabupaten Kotabaru dengan ibukotanya adalah Kotabaru, sedang yang diangkat sebagai kepala Daerah adalah M. Yamani.   Sesudah itu keluar Peraturan Pemerintah tanggal 30 Juni 1950 sebagai pengganti Undang-undang No. 2 tahun 1950 tentang Pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara dan Dewan Pemerintahnya untuk seluruh daerah Republik Indonesia. Yang kemudian diikuti dengan surat Keputusan Gubernur Kalimantan tanggal 14 Agustus 1950 No. 186/OPB/92/14 di dalam Bab II pasal 4 menyatakan bahwa Badan-Badan Pemerintah Kabupaten terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Pemerintah Daerah.

Pelabuhan Kotabaru 1950 
Pergolakan Daerah
Setelah pengakuan kedaulatan, sebagai hasil perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI, berbagai ‘pergolakan daerah’ terjadi sebagai ungkapan ketidakpuasan terhadap Pemerintah Pusat.    PRRI / Permesta, DI / TII, dan RMS adalah contoh pergolakan tersebut. Di Kalimantan Selatan, DI / TII pimpinan RM Kartosuwiryo ‘merembet’ ke Kotabaru.
Berawal dari kekecewaan Ibnu Hajar, mantan prajurit Divisi IVB ALRI (A) yang tidak puas atas perlakuan terhadapnya dan kawan-kawan seperjuangan, membentuk organisasi gerilya, Kesatuan Rakyat Indonesia yang Tertindas (KRIyT).  Penyebabnya adalah (sumber: Van Dijk, 1983 : 229) persoalan demobilisasi dan rasionalisasi terhadap unsur-unsur Divisi IV ALRI sejak awal triwulan pertama 1950.  Divisi pimpinan Ibnu Hajar telah melakukan upaya-upaya memajukan agama Islam dan syari’at Islam.   Semangatnya sejalan dengan gerakan di Aceh menjadi negara Islam, yang menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan SM Kartosuwiryo.
Kebangkitan DI / TII atau NII berbarengan dengan rasionalisasi di tubuh Tentara Republik Indonesia.   Bagi sebagian mantan pejuang di Kalimantan Selatan yang bergabung dengan TNI, dirasakan adanya diskriminasi.   Banyak mantan prajurit Divisi IV ALRI (A) yang terkena demobilisasi dan tidak diakui sebagai veteran dan tidak menerima pensiunan.
Bagi sebagian masyarakat dan mantan pejuang di Kotabaru, gerakan Ibnu Hajar mendapat simpati. Gerakan ini merupakan ungkapan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat, dan bukan memerangi rakyat Kalimantan Selatan. Gerakan Ibnu Hajar adalah fakta perjalanan bangsa yang menjadi pelajaran berharga.   Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 449 Tahun 1961 tentang pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan.
Gerakan ini kemudian menyebar ke Barabai, Birayang, Batumandi, Paringin Kelua, Kandangan dan seterusnya, khususnya di kalangan mantan prajurit Divisi IV ALRI (A). Namun akhirnya, pada bulan Juli 1963,  Ibnu Hajar dan pengikutnya menyerahkan diri di Desa Ambulun, Hulu Sungai Selatan.   Ibnu Hajar mengisyaratkan bahwa dia tetap mencintai negara ini dengan menyatakan bahwa “apabila negara membutuhkannya ia bersedia mengabdi pada republik dan ia beserta pengikutnya bersedia dilibatkan dalam konfrontasi dengan Malaysia”.   Aktivitas gerilya berakhir di tahun 1969, diawali janji pemerintah bahwa tidak ada pengadilan bagi gerombolan, dan diikuti dengan pemberian amnesti dan abolisi oleh pemerintah, seperti tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 449 tahun 1961 Tentang pemberian amnesti dan abolisi kepada orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan.
 
SMP 268 (SMPN 1 Kotabaru) - Agustus 1958.
Tampak di belakang adalah komplek penampungan bekas kelompok KRIyT.

Kotabaru membangun
Wilayah Kabupaten Kotabaru menurut undang-undang darurat Nomor 3 tahun 1953 tentang pembentukan (Resmi) Daerah Otonomi Kabupaten / Daerah Istimewa Tingkat Kabupaten dan Kota Besar dalam lingkungan Daerah propinsi Kalimantan menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Kotabaru meliputi Kawedanan-kawedanan Pulau Laut, Tanah Bumbu Selatan, Tanah Bumbu Utara dan Pasir. Kemudian dengan Undang-Undang Darurat No. 3 Tahun 1953 sebagai undang-undang dan menyatakan bahwa wilayah Kabupaten Kotabaru dikurangi dengan Kawedanan Pasir.    


 
 Kantor Pemda Kotabaru

Nama-Nama Bupati Kabupaten Kotabaru
No. Nama Kepala Daerah Priode Keterangan
1. M. Yamani 1950-1951 Bupati
2. Abdul Rasjid 1951-1955 Bupati
3. Ibrahim Sedar 1955-1958 Bupati
4. H. Abdul Muluk 1958-1959 Bupati
5. H. A. Hudari 1960-1963 Bupati
6. Basrindu 1963-1969 Bupati
7. H. Gt. Syamsir Alam 1969-1980 Bupati
8. N. Sutejo 1980-1985 Bupati
9. H. M. R. Husein 1985-1990 Bupati
10. Tata M. Anwar 1990-1995 Bupati
11. M. B. A. Bektam 1995-2000 Bupati
12. Sjachrani Mataja dan Akhmad Rizali 2000-2005 Bupati & Wakil Bupati
13 Sjachrani Mataja dan Fatizanolo S. 2005-2010 Bupati & Wakil Bupati


Source

Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Pantai Gedambaan - Pulau Laut Utara

Merupakan pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pantai berpasir putih.  Pantai sepanjang 1 km ini termasuk dalam kawasan desa Gedambaan kecamatan Pulau Laut Utara dengan jarak dari kota Kotabaru sejauh 14 km.        
 
Fasilitas yang disediakan diantaranya rumah/warung makan, cottage, tempat parkir, kolam renang air tawar.  Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan penjelasan lanjutan dapat menghubungi petugas (Nomor Hp. 0819-52931433).



Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Pelajar Asing Belajar Budaya Kalsel

Sebanyak 13 pelajar dari berbagai  negara datang ke Kalimantan Selatan untuk mengikuti petualangan budaya di wilayah tersebut.


Ke-13 pelajar didampingi pimpinan rombongan selama di Kalsel, Piter Lantu bertemu dengan Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan di kediaman dinasnya, Banjarmasin, Kamis.

Rudy Resnawan menyatakan selamat datang ke Kalsel seraya menjelaskan berbagai kelebihan budaya dan alam setempat yang menjadi objek wisata.

Kesempatan itu satu per satu pelajar mengenalkan dirinya, yang sebagian besar berkebangsaan Amerika dan Jerman dan mereka menetap dan sekolah di berbagai kota di tanah air.

Seperti sekolah di Medan, Jakarta, Bogor, Malang, Makassar, dan Yogyakarta.

Menurut Piter Lantu kedatangan mereka ke Indonesia sudah sekitar tiga bulan dari 10 bulan yang direncanakan oleh negara mereka yang mengirimkan ke Indonesia.

Selama di Kalsel hingga 7 April 2012 mereka selain beraudensi dengan Wakil Gubernur Kalsel, juga mengunjungi berbagai penerbitan, serta ke objek wisata Pasar Terapung Banjarmasin.

Selain itu mereka juga mengunjungi kota intan Martapura, sekaligus mencoba budaya mendulang intan di lokasi pendulangan intan tradisional Cempaka Banjarbaru.

Mereka juga akan melihat pusat penjualan  intan dan batu permata lainnya di Kota Martapura, sekaligus mencicipi aneka kuliner setempat.

Kemudian berpetualang ke hutan tropis basah Pegunungan Meratus, dan berbaur dengan komunitas Suku Dayak Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)./D/C

Source
Continue Reading | komentar (2)
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Gubernur Larang Pejabat Keluar Daerah

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan, H.Rudy Ariffin melarang pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi bepergian ke luar daerah terhitung sejak sekarang hingga mei 2012 mendatang.

Alasannya tidak diperbolehkannya pejabat keluar daerah dikarenakan untuk menjaga kondisi keamanan dari dapampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya pada hari kamis (29/3) akan diputuskan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI disetujui kenaikan atau tidak dari usulan  pemerintah pusat per tanggal 1 April 2012 nanti.

Sementara itu, dari pantauan Mata Banua hampir sebagian mobil dinas dilingkungan Pemerintah Kalsel yang diparkir di halaman kantor Gubernur Kalsel plat merah mobil diganti dengan plat mobil warna hitam. Alasannya mereka takut dihadang mahasiswa yang melakukan aksi demo di jalan raya.

"Saya minta kepada seluruh kepala SKPD kalau tidak penting agar jangan sampai tinggalkan daerah, ada kaitan dinas atau tidak. Kita lebih fokuskan pada rencana kenaikan harga BBM per 1 April mendatang terlebih dahulu," tegas Rudy Ariffin saat memimpin rapat coffe moring yang dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel di aula gedung graha abdi persada, Rabu 928/3).
Selain itu, dimintakan agar untuk saat ini kepala dinas atau badan yang mempunyai mobil dinas berplat merah agar jangan dipregunakan dulu keluyuran di jalan-jalan umum, untuk menhindari adanya aksi demo mahasiswa kembali.

Bagaimana diketahui bersama dampak dari adanyakenaikan harga BBM tentunya berimbas dengan adanya kenaikan seluru bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, tepung  dan lainnya.

Kalau terkait enaikan bahan pokok masyarakat tentunya akan bersentuhan langsung dengan masyatakat yang setiap hari membutuhkan untuk konsumsi, sementara pemerintah diwajibkan untuk mengawasi hal tersebut.

Tidak itu saja yang perlu diperhatikan kenaikan tarif angkutan juga perlu diperhatikan. kepada Dinas Perhubungan dimintakan untuk melakukan pengawasan dan harus tau berapa simulasi dampakkenaikan tarif angkutan nantinya.

Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

BENCHMARK

AUTO PING

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Powered By Blogger

Page

Alexa Rank

Recent Post

 
Support : Creating Website | Benchmark Template | Benchmark | Benchmark Demosite
Copyright © 2011. Catatan Seorang Newbie~! - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger