Like

Join This Site !~

Oke :-)

Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LifeStyle. Tampilkan semua postingan

Beberapa Mitos Salah Tentang Si Lajang

Sabtu, 05 Mei 2012

Tak hanya mitos cinta, mitos mengenai si lajang pun banyak beredar. Namun sekali lagi, yang namanya mitos itu tak sepenuhnya benar. Berikut ini beberapa mitos yang salah.

1. Lajang = Tidak laku

Banyak yang memiliki status lajang murni karena pilihannya. Banyak lajang yang tidak sempat mendapatkan pasangan karena karier yang terus melejit. Banyak juga lajang yang masih mencari pasangan yang tepat, walau banyak laki-laki yang menaruh ketertarikan padanya.

2. Lajang = Kesepian
Terkadang berstatus lajang justru memungkinkan seseorang untuk lebih bebas. Mereka bisa melakukan apa yang mereka suka, mengejar impian, tanpa ada seseorang yang membatasi. Jadi tak selamanya berstatus lajang itu berarti kesepian.

3. Lajang = Putus asa
Mungkin memang ada beberapa lajang yang terlihat putus asa, tapi banyak juga yang justru menikmati hidup. Menjadi lajang bukan merupakan akhir dunia.

4. Lajang = Takut komitmen
Tak selamanya seorang lajang takut akan komitmen. Mungkin saja mereka memang belum menemukan orang yang pantas untuk mendampinginya. Jadi jangan melulu berburuk sangka.

Nikmati masa lajang, maka cinta akan datang dan membahagiakan Anda.

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Terapi Aneh, Menggunakan Badut Untuk Proses Pengobatan Penyakit Kemandulan

Tertawa memang menyehatkan dan ampuh meredakan stres. Tertawa juga disebut-sebut dapat membantu meningkatkan keberhasilan pembuahan bayi di klinik kesuburan. Maka itu sebuah rumah sakit di Montreal, Kanada mendatangkan badut untuk mengobati kemandulan pada wanita.

2 orang badut yang sudah diakreditasi oleh universitas dari Israel menyajikan makalahnya dalam sebuah konferensi di pusat reproduksi McGill University Health Centre, Kanada. Isi makalahnya adalah mengenai hubungan antara melucu dan tingkat kesuburan.

Para badut ini disebut sebagai badut medis. Tugasnya adalah untuk menghibur pasien di rumah sakit. Badut medis sudah banyak ditemui di Israel dan disediakan oleh berbagai rumah sakit di sana. Alasannya, beberapa ilmuwan percaya bahwa tertawa dapat membantu menyembuhkan penyakit dan meringankan stres.

"Dengan hidung merah besar dan bentuk yang lucu, badut Jerome Arous dan Nimrod Eisenberg akan membuat orang tua tersenyum penuh harapan akan masa depannya dan tertawa dengan tujuan meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan," demikian pernyataan McGill University Health Centre seperti dilansir Canada.com, Sabtu (5/5/2012).

Petugas dari McGill sendiri sebenarnya belum dapat menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan para badut tersebut untuk membantu wanita menghasilkan bayi.

Badut ini didatangkan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada petugas di McGill University Health Centre mengenai pentingnya keberadaan badut medis. Praktik ini sebenarnya memiliki landasan teori yang cukup kuat.

Dalam sebuah penelitian terhadap 219 orang wanita yang menjalani perawatan di klinik kesuburan, 36% wanita yang dihibur selama 15 menit oleh badut medis berhasil hamil setelah melakukan prosedur penanaman embrio.

Sedangkan pada wanita yang tidak dihibur, hanya 20% orang yang hamil. Penelitian yang dipimpin oleh Dr Shevach Friedler dari Assaf Harofeh Medical Centre di Israel ini diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility.

Karena belum ditemukan hubungan yang jelas antara stres emosional dan keberhasilan prosedur bayi tabung, peneliti belum tahu apakah penurunan tingkat stres dapat meningkatkan kesuburan wanita.

"Kami belum berencana menyediakan badut yang bertugas membantu perawatan kesuburan secara resmi dalam waktu dekat ini. Tapi tidak ada salahnya mendengarkan paparan mengenai manfaatnya," kata Dr Hananel Holzer, direktur medis McGill University Health Centre.

McGill University Health Centre dan lembaga-lembaga medis lainnya di Montreal telah lama menggunakan badut sebagai bagian dari terapi medis untuk anak-anak dan orang dewasa, tapi tidak untuk mengobati kemandulan. Badut-badut tersebut didatangkan dari organisasi penyedia badut di Montreal bernama Dr. Clown.

Para badut tersebut, Arous dan Eisenberg, merupakan sarjana seni di bidang teater dan terapi medis lulusan Universitas Haifa di Israel. Keduanya akan melanjutkan studinya di sekolah teater di Paris. Universitas Haifa kini tengah membuat program Magister untuk badut medis.


Para badut ini disponsori oleh Konsulat Israel dan Departemen Hubungan Internasional Quebec. Mereka memberikan serangkaian konferensi dan lokakarya di rumah sakit di Kota Quebec, Montreal, Chicoutimi dan Halifax, Kanada.



Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Tanda atau Ciri Seorang Pria Kelebihan Masturbasi

Masturbasi tampaknya sudah menjadi hal yang biasa bagi pria. Bahkan pria menikah pun tak jarang melakukan kebiasaan tersebut. Lalu bisakah seorang pria melakukan masturbasi secara berlebihan?

Sebenarnya tidak ada ukuran normal untuk jumlah masturbasi. Masturbasi, baik pada pria dan wanita, berhubungan dengan banyak hal. Seperti faktor kebugarana fisik, emosional, psikologis, sosial, spiritual dan lainnya.

Jadi tidak ada patokan atau standar seberapa banyak masturbasi dikategorikan berlebihan.
Masturbasi terlalu banyak atau berlebihan juga tidak dapat ditentukan hanya dari berapa kali Anda masturbasi dalam sehari atau seminggu.

Anda perlu menggali lebih dalam dan mulai bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan tentang kebiasaan masturbasi, seperti berikut:

1. Apakah masturbasi menyebabkan Anda tertekan?
2. Apakah masturbasi menyebabkan rasa sakit fisik atau kerusakan pada tubuh?
3. Apakah masturbasi mengubah cara hidup Anda?
4. Apakah Anda benar-benar tidak bisa berhenti masturbasi?

Jika jawabannya 'YA' untuk semua pertanyaan, maka mungkin masturbasi Anda
tergolong terlalu banyak, meski pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak selalu bisa dijadikan patokan, seperti dilansir about.com, Sabtu (5/5/2012).

Masturbasi masih terbilang normal selama tidak membuat Anda orang tertekan, merasa sakit, kompulsif (ingin melakukan berulang-ulang) atau tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa masturbasi.

"Masturbasi sebanyak 4-5 kali dalam seminggu masih terbilang normal, selama kegiatan sosial Anda untuk bergaul dengan teman-teman, bekerja atau bersekolah itu tidak terganggu itu tidak masalah," jelas Zoya Amirin, psikolog seksual dan pengajar di FKM UI, dalam konsultasi detikHealth.


Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Cara Mengakali Keinginan Makan Manis agar Tidak Merusak Diet

Jumat, 04 Mei 2012

Ngidam bukan hanya milik orang hamil saja, yang tidak hamil pun bisa mengalaminya. Seringkali, ada kalanya Anda ingin sekali mengunyah makanan yang manis-manis tanpa sebab. Bahkan rela keluar rumah demi mendapatkan donat cokelat atau cake tiramisu!

Mengonsumsi terlalu banyak gula tidak baik bagi kesehatan, kecantikan juga bentuk tubuh Anda. Gula bisa menyebabkan kegemukan, diabetes dan membuat kulit jadi terlihat keriput dan cepat tua. Bila Anda tidak bisa menahan diri melahap makanan manis, bisa-bisa menjadi akhir dari diet yang sudah Anda jaga setengah mati. Berikut 7 cara efektif untuk 'mengakali' keinginan Anda untuk ngemil makanan manis seperti dipaparkan All Women Stalk.
klik untuk melihat gambar lebih jelas

1. Minum Jus Buah

Keinginan untuk ngemil makanan manis bisa ditahan dengan beberapa cara, salah satunya minum jus buah. Jus buah memiliki rasa manis yang alami dan selama itu dibuat dengan 100% buah segar tanpa gula, mengandung banyak vitamin termasuk zat antioksidan. Anda bisa mencoba mencampur beberapa jenis buah menjadi jus rasa baru, tau, membekukan jus buah tersebut di dalam kulkas agar lebih seru dan segar menikmatinya.

2. Makan Buah beri

Tidak ingin minum jus karena lebih suka mengunyah? Anda bisa ngemil banyak buah beri seperti stroberi, raspberry, ceri atau bluberry. Buah-buah ini akan membantu mengurangi keinginan makan makanan manis dan Anda bisa mengonsumsi sebanyak yang diinginkan tanpa perlu memikirkan terlalu banyak kalori. Kelompok buah beri memiliki kandungan dan antioksidan yang sangat tinggi, mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.

3. Makan Plum kering

Plum kering bukan hanya untuk orang-orang tua. Mereka juga teman bagi Anda para pelaku diet. Plum atau buah kering lainnya (bukan manisan) memiliki rasa manis alami dan tinggi serat (sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama).

4. Potongan Kecil Dark Chocolate

Apalagi yang bisa mengobati hasrat Anda akan terhadap makanan manis selain coklat? Jadi, makanlah cokelat tapi pastikan yang dimakan bukan cokelat susu, melainkan dark chocolate. Jenis cokelat ini mengandung antioksidan dan zat-zat lain yang membuat Anda bahagia. Bayangkan potongan kecil cokelat yang meleleh di dalam mulut Anda... hmm... nikmat dan aman bagi tubuh. Tapi batasi jumlahnya, cukup kosumsi satu sampai dua keping dark chocolate per hari.

5. Kontrol Porsi

Banyak camilan yang menyimpan hingga 100 kalori, seperti keripik kentang atau cookies. Idealnya, ambillah camilan manis yang sesuai dengan porsi makan Anda. Sehingga Anda tetap bisa makan makanan manis dengan porsi ideal dan tentunya dengan kalori yang sesuai.

6. Mencium Aroma Manis

Ternyata, mencium wewangian beraroma manis seperti vanilla, kopi atau cokelat juga bisa mengurangi rasa ingin ngemil makanan manis. Nyalakanlah lilin aromaterapi beraroma vanilla, atau teteskan minyak esensial di bantal tidur, sapu tangan dan tisu. Hiruplah setiap kali keinginan untuk makan manis itu datang, dan rasakan efeknya.



Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Tontonan Porno 'Dapat Matikan' Separuh Otak Anda

Jumat, 20 April 2012


Dengan semakin meluasnya  beredarnya film atau video porno di kalangan masyarakat luas, sangat membuat orang resah khususnya para orang tua yg takut kalau-kalau anak mereka terjerumus ke dalam dunia yg tidak baik, contoh : pemerkosaan, pencabulan dan hubungan seks dibawah umur.

Kita tau bahwa merangsang diri sendiri secara seksual pada anak-anak bisa berisiko kebutaan. Kini efek yang hampir sepadan menjadi risiko bagi orang dewasa yang suka merangsang dirinya.

Penelitian terbaru menunjukkan menonton film porno benar-benar dapat mematikan bagian otak yang memproses rangsangan visual. Setidaknya, hal ini terjadi pada wanita.

Sebuah tim dari University of Groningen Medical Centre di Belanda mengamati kortek visual primer dari 12 wanita premenopause. Mereka sebelumnya dinyatakan dalam kondisi  sehat, berorientasi heteroseksual, dan tugas mereka selama penelitian hanyalah menonton tayangan adegan ranjang.

Para wanita yang diteliti ada dalam kondisi terkontrol secara hormonal serta terkait gairah seks sesuai siklus menstruasi mereka. Selama penelitian, aktivitas otak mereka dipantau menggunakan positron emission tomography (lebih dikenal sebagai PET scan).

Mereka kemudian disuruh menonton tiga tayangan, yaitu film dokumenter tentang kehidupan laut di Karibia, adegan "pemanasan" sebelum bercinta, dan adegan persenggamaan eksplisit.

Hasil scan menunjukkan bahwa film erotis paling eksplisit, salah satu yang menampilkan oral seks dan persenggamaan, menghasilkan jauh lebih sedikit darah yang dikirim ke korteks visual primer. Efek yang sama terlihat ketika orang diminta untuk melakukan tugas non-visual, seperti mengingat kata-kata, saat mereka juga menonton beberapa jenis rangsangan visual.

Dalam keadaan biasa, ketika menonton film atau melakukan tugas visual lainnya, darah ekstra mengalir ke korteks visual.

Uroneurologis Gert Holstege, salah satu anggota tim peneliti, menyatakan kepada LiveScience bahwa otak lebih fokus pada gairah seksual dari pemrosesan visual selama aktivitas menonton film. "Anda harus menyadari bahwa otak membutuhkan cadangan energi sebanyak mungkin. Maka, jika ada beberapa bagian otak tidak difungsikan, cadangan itu segera turun, " katanya seperti dikutip Daily Mail.

Dia menghubungkan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan otak bisa cemas atau terangsang, tapi tidak keduanya. Selama kegiatan orgasme, daerah otak yang berhubungan dengan kecemasan turun tajam, kata Holstege. "Inilah yang menjelaskan mengapa wanita dengan libido rendah sering menderita kecemasan."

Penelitian itu juga membuahkan simpulan lain: 'Jika Anda ingin berhubungan seks, Anda perlu menghasilkan situasi yang aman bagi wanita," katanya.


Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Peringatan Rokok Harus dilengkapi dengan Gambar pada Kemasannya

Kamis, 19 April 2012

Merokok sudah menjadi tradisi di dunia, tidak cuma oelh laki-laki, merokok juga kadang dilakukan oleh perempuan. Dan hal ini bahkan wajar dilakukan oleh orang-orang tertentu. merokok memang merupakan satu kenikmatan dan sebuah kepuasan tersendiri bagi beberapa orang. Namun, taukah anda selain menghasilkan kepuasan dan kenikmatan merokok juga mengandung efek samping, dan apabila seseorang sudah over dosis dalam penggunaan rokok, mungkin akan mengakibatkan efek samping yang berkelanjutan dan bahkan bisa menimbulkan satu penyakit yang berbahaya.

Selama ini peringatan larangan merokok hanya sekadar wacana saja, atau hanya merupakan sebuah tulisan yang ditulis pada kemasan sebungkus roko. Dan kini sudah saatnya rokok Indonesia harus segera memiliki peringatan bergambar. Selain tulisan, perlu juga ditampilkan sebuah gambar agar masing-masing orang dapat melihat efek yg ditimbulkan oleh seorang perokok berat.

Hal ini berdasarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengamanan produk tembakau yang sudah disepakati oleh lintas sektor tingkat menteri.

Menurut WHO, peringatan pada bungkus rokok dan produk tembakau lainnya, terutama yang memiliki foto, berdampak pada jumlah anak yang merokok.

Studi dilaksanakan di Brazil, Singapura, dan Kanada secara konsisten menunjukkan bahwa peringatan bergambar secara signifikan meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya penggunaan tembakau

"Kesepakatan peringatan bergambar dan tulisan tentang bahaya rokok mencapai 40 persen dari luas bungkus rokok di setiap sisinya bertujuan melindungi bahaya yang ditimbulkan oleh rokok, bukan larangan merokok," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono, usai usai Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Menteri tentang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan di Gedung Kemenkes, Kamis (19/4).

Menurutnya, dalam hal pemasangan iklan, promosi dan sebagainya juga akan diatur, seperti misalnya dalam iklan tidak boleh diwujudkan dalam bentuk gambar rokok. Tapi penyebutan tentang nama dan sebagainya tidak dipersoalkan.

Dan apabila ada iklan di luar ruangan itu juga disepakati ukurannya 72 m2 (6 m x 12 m),

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan Kementerian Kesehatan sendiri pada awalnya mengusulkan peringatan bergambar tersebut paling tidak berukuran 50% dari kemasan rokok. Namun, karena hal ini merupakan proses panjang yang melibatkan banyak pihak, maka disepakati menjadi 40%.

"Di beberapa negara bahkan sampai 70%, ada yang 60%, itu untuk gambar peringatan kesehatan. Tapi karena ini proses yang sangat panjang, Kemenkes mengusulkan 50%, Kementerian Perindustian mengusulkan 30%, lalu kita sepakati 40%," pungkas Ali Ghufron.

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Gairah Seks Menurun Pertanda Bakal Kena Impotensi

Jumat, 13 April 2012

Jakarta, Gairah dan dorongan seks merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kemampuan bercinta pria. Pria yang dorongan seksnya rendah atau lebih jarang memikirkan tentang seks memiliki kemungkinan lebih besar mengalami disfungsi ereksi atau impoten beberapa tahun berikutnya.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 800 orang pria, peneliti menemukan bahwa pria yang lebih sedikit melakukan aktivitas seksual serta memiliki keinginan bercinta yang rendah lebih berisiko mengalami impotensi 9 tahun berikutnya dibandingkan orang yang banyak berfantasi seksual.

"Temuan menunjukkan bahwa tanda-tanda penurunan fungsi seksual muncul beberapa tahun sebelum impotensi. Namun ada jeda waktu yang cukup panjang untuk melakukan penanganan sebelum terjadinya impotensi," kata peneliti, Susan A. Hall, PhD, dari New England Research Institutes seperti dilansir WebMD, kamis (12/4/2012).

Penemuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Urological Association (AUA). Beberapa penelitian sebelumnya memang telah banyak meneliti tentang disfungsi ereksi atau impotensi. Namun, baru ada sedikit penelitian mengenai faktor risiko non medis yang berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Hall dan rekan-rekannya meneliti data dari penelitian bertajuk Massachusetts Male Aging, sebuah penelitian mengenai penuaan, kesehatan, dan fungsi seksual dari sampel acak pria berusia 40 - 70 tahun yang tinggal di Boston, Amerika Serikat.

Setelah memperhitungkan umur dan faktor risiko impotensi lainnya, para peneliti menemukan bahwa:

1. Pria yang mengaku mengalami kesulitan ereksi selama 6 bulan terakhir saat kunjungan pertama 2,33 kali lebih mungkin mengalami impotensi 9 tahun berikutnya.

2. Pria yang mengaku merasa kurang terangsang secara seksual dibandingkan saat masih remaja pada pemeriksaan pertama 2 kali lebih mungkin mengalami impotensi 9 tahun berikutnya seperti halnya pria yang mengaku sama atau lebih terangsang dibandingkan saat remaja.

3. Pria yang mengaku memiliki pikiran seksual, fantasi seksual, atau mimpi erotis seminggu sekali atau kurang memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar mengalami impotensi 9 tahun berikutnya dibanding pria yang lebih banyak memiliki pikiran dan fantasi seksual.

4. Pria yang mengaku melakukan masturbasi sekali seminggu atau kurang 2 kali lebih mungkin mengalami impotensi seperti halnya pria yang lebih sering melakukan masturbasi.

"Sepertinya sulit mendapatkan ereksi jika tidak pikiran kurang bergairah. Untungnya, bukti bahwa ada banyak jeda waktu antara penurunan gairah seksual dengan perkembangan impotensi dapat membantu dokter untuk mengenali orang yang berisiko mengalami impoten sejak dini," kata Juru bicara AUA, Ira Sharlip, MD, urolog di University of California, San Francisco.


Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Kacamata Jadi Senjata Andalan Para Tersangka Kriminal

Rabu, 11 April 2012

Kacamata tebal dengan bingkai plastik bukan lagi hanya untuk hipster, editor fashion, dan ahli komputer. Dalam dunia kriminal di AS, tampaknya kacamata tersebut menjadi aksesoris terbaru yang digunakan para tersangka untuk meyakinkan para juri bahwa mereka tidak bersalah.

Tahun 2010, lima orang didakwa melakukan pembunuhan berantai di Distrik Kolombia dan saat tampil di persidangan, mereka masing-masing menggunakan kacamata netral (tanpa minus/plus), demikian dikutip Washington Post.

Jaksa penuntut tertarik pada penampilan baru mereka dan membuat mereka menanyakan pada saksi apakah sebelumnya para tersangka memakai kacamata atau tidak, dan para saksi mengatakan tidak.

Rupanya kacamata tersebut jadi alat untuk membuat para tersangka terlihat lebih dapat dipercayai dan tidak terlalu mengintimidasi. Malah, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Forensic Psychology pada tahun 2008, menemukan bahwa para tersangka Afro Amerika dipandang lebih jujur, intelek, dan tidak berbahaya jika mereka memakai kacamata. Para tersangka dalam kasus pembunuhan di Washinton D.C. di atas, semuanya adalah orang Afro Amerika.

Ini bukan satu-satunya kasus di mana kacamata digunakan untuk mengelabui juri. Harvey Slovis, seorang pengacara pembela yang berada di New York, menyuruh semua kliennya untuk memakai kacamata di ruang persidangan. Menurut Washington Post, Slovis menyebutnya sebagai "pembelaan kutu buku."

Entah apakah kacamata berhasil memengaruhi juri atau tidak, pertanyaannya dari semua orang adalah apakah strategi semacam ini dapat diperbolehkan di persidangan. Apakah ini etis? Beberapa orang menyatakan tidak.

"Kacamata tersebut menunjukkan kamu ingin menyembunyikan," ujar Gladys Weatherspoon, seorang jaksa pembela yang berada di Washington, pada Washington Post. "Kacamata tersebut membuatmu terlihat semakin bersalah karena kacamata tersebut sama sekali bukan ciri khas mereka sebenarnya."

Patricia Jefferies, nenek dari seorang kasus pembunuhan D.C, tidak segan mengutarakan pendapatnya tentang kacamata yang dipakai para tersangka. "Kacamata tersebut memengaruhi juri, membuat juri memandang mereka sebagai anak baik-baik," ujar Jefferies pada Washington Post di luar ruang persidangan.

Menggunakan kacamata agar terlihat seperti anak baik-baik tak hanya marak terjadi di Amerika. Di Indonesia pun banyak tersangka melakukan hal yang sama. Setidaknya contohnya bisa kita lihat di sejumlah persidangan yang melibatkan selebritas. Selain kerudung, kacamata jadi salah satu aksesoris wajib untuk dipakai di hadapan hakim dan jaksa.

Menurut Anda sendiri bagaimana? Benarkah tersangka yang memakai kacamata jadi terlihat lebih alim dan "tak bersalah?"

Source
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com

Kenapa Stres Bisa Membuat Wanita Sulit Hamil?

Selasa, 03 April 2012

Jakarta - Wanita yang tengah berusaha memiliki momongan biasanya akan mendapat nasihat untuk rileks atau jangan stres. Nasihat tersebut terkesan sepele tapi ada benarnya.

Pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), Tony Weschler menjelaskan, stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus, bagian di otak yang berfungsi mengatur emosi, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi. Bagian otak ini juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur.

Seperti dikutip babycenter, ketika Anda merasa stres, masa subur akan mengalami penundaan atau malah sama sekali tidak terjadi. Sehingga ketika Anda dan pasangan bercinta ketika masa subur, Anda bisa kehilangan kesempatan untuk hamil.

Tony juga memaparkan, sangat penting untuk membedakan antara stres yang terjadi terus-menerus dengan stres mendadak. Tubuh biasa menghadapi stres yang biasa terjadi atau stres sehari-hari. Sehingga masa subur tidak akan terpengaruh dan tetap konsisten di setiap siklusnya.

Stres mendadaklah yang sangat mempengaruhi masa subur seorang wanita dan mengganggu siklus. Stres mendadak ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan, perceraian atau kehilangan salah satu anggota keluarga.

Namun dijelaskan Tony, pengaruh stres tersebut berbeda-beda dari satu wanita ke wanita yang lain. Pada beberapa wanita, berpergian ke luar kota pun bisa membuat masa subur mereka tertunda. Sementara untuk beberapa wanita lain insiden traumatis sama sekali tidak mempengaruhi siklus mereka.

Yang perlu diingat juga oleh wanita, menurut Tony, bukan stres karena suatu hal negatif yang bisa menyebabkan ovulasi terganggu. Stres yang positif pun bisa mempengaruhi masa subur wanita. Seperti apa itu stres yang positif?

Penulis buku 'Taking Charge of Your Fertility' itu mencontohkan stres yang dialami wanita ketika hendak menikah. Stres yang dialami ini adalah stres positif. Wanita merasa bersemangat untuk mengatasi semua kendala dalam mempersiapkan pernikahan dan yakin semua masalah bisa terlewati. Meski stres ini positif, tetap saja mengganggu ovulasi.

Ketika seorang wanita yang tengah berusaha untuk hamil dan dalam kondisi stres, cairan di mulut rahim akan memberikan peringatan ada sesuatu yang terjadi. Sehingga ketika stres, wanita akan mengalami 'masa kering'. Sementara ketika tidak stres, menjelang ovulasi, wanita akan merasa area mulut rahimnya basah.

Meskipun tubuh berusaha untuk melakukan mekanisme ovulasi, stres tersebut membuat masa subur tertunda. Kabar gembiranya, penundaan ini hanya membuat siklus Anda menjadi lebih lama.

(eny/eny)
Continue Reading | komentar
Source » http://www.belajardarimembaca.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

BENCHMARK

AUTO PING

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
Powered By Blogger

Page

Alexa Rank

Recent Post

 
Support : Creating Website | Benchmark Template | Benchmark | Benchmark Demosite
Copyright © 2011. Catatan Seorang Newbie~! - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger